Jika anda pernah pergi ke Singapura, maka anda dapat melihat sebuah mekanisme penataan kota yang cukup rapi, sehingga jarang kita temui adanya kemacetan dan lalu lintas yang semrawut. Salah satu hal yang dapat diamati adalah tingginya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, seperti bus dan MRT.

enter image description here

Memang boleh dikatakan infrastruktur yang mapan, nyaman, dan efisien menjadi salah satu pemicu mengapa masyarakat di Singapura boleh dikatakan sangat nyaman dalam menggunakan transportasi umum tersebut.

Bagaimana dengan Jakarta?

Proyek monorel yang akan diteruskan di Jakarta merupakan yang termurah di dunia. Proyek serupa yang paling murah sementara ini di India, dengan biaya 30 juta dollar AS per kilometer. Proyek monorel di Jakarta dikerjakan dengan nilai 22 juta dollar AS per kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar 12 triliun rupiah dan akan dibiayai dengan skema pendanaan 20-30 persen berasal dari pemerintah pusat dan Pemprov DKI. Transportasi monorel ini diprediksi dapat mengangkut 580.000 penumpang per hari di jalur sepanjang 50,8 kilometer.

Konsep pembangunan monorel dan MRT di Jakarta boleh jadi merupakan salah satu langkah awal yang membutuhkan tindak lanjut yang berkesinambungan terhadap permasalahan kemacetan di Jakarta.

Jika dengan adanya monorel dan MRT ini masyarakat dapat lebih efektif, nyaman, dan cepat, maka secara otomatis jumlah pengendara kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil dapat berkurang. Namun yang pasti hal ini membutuhkan waktu.

Last edited 22 March 2014