Menjadi Seorang Entrepreneur Apakah Harus Jatuh Bangun?

3
376 Posts
559 Points
admin posted this in Entrepreneurship By: Yohan Salim

Pertanyaan ini sepertinya cukup menarik untuk dipikirkan lebih lanjut...

Menjadi seorang entrepreneur memang sudah identik dengan yang namanya 'jatuh bangun'. Bahkan salah satu entrepreneur terkenal di dunia yang bernama Thomas Alfa Edison harus melalui ribuan kali kegagalan sebelum ia sukses untuk menghasilkan salah satu penemuan terbesar di dunia, yaitu lampu pijar.

Tapi apakah benar demikian? apakah seorang entrepreneur harus selalu mengalami yang namanya proses jatuh bangun?

Jawaban dari pertanyaan ini untuk sementara saya katakan 'ya'.. ups.. jangan protes dulu dengan jawaban saya ini sebelum menuntaskan seluruh bagian dari tulisan ini.

Menjadi seorang entrepreneur memang bisa memiliki beragam kondisi dan situasi yang mana setiap orang tidak sama persis. Memang jika digeneralisasi maka para entrepreneur ini ada yang memulai usahanya sejak dini dan ada yang memulainya setelah menginjak usia yang cukup matang, ada yang memulai bisnis dengan modal kecil, tapi ada juga yang langsung menggunakan modal yang berlimpah.

enter image description here

Dalam hal ini saya ingin mengatakan bahwa kebanyakan dari kita memiliki kecenderungan untuk mengatakan bahwa proses 'jatuh bangun' umumnya akan banyak dialami oleh para pemula bukan?

Tampaknya jawaban ini cukup logis, mengingat mereka yang terjun ke dunia bisnis sejak awal (baru lulus kuliah misalnya) minim dengan pengalaman dan jam terbang. Hal ini disatu sisi juga bisa dibenarkan. Apalagi jika ia harus terjun di bidang yang sangat berlainan dengan apa yang menjadi bidang keilmuannya saat kuliah. Tentu ia harus banyak belajar dan membuat kesalahan.

Apakah jika demikian mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja puluhan tahun, sudah pernah bekerja di perusahaan multinasional punya kesempatan untuk menjadi seorang entrepreneur yang tidak perlu 'jatuh bangun'?

Kalau menurut saya, peluang untuk mengalami yang namanya kegagalan atau jatuh bangun tetap sama. Hanya saja secara rasional bisa dikatakan lebih kecil, namun mereka tetap bisa mengalami hal yang sama. Mengapa? Karena dunia bisnis memang adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diprediksi.

Banyak dari mereka yang berpengalaman dalam dunia profesi justru pada saat ingin membangun bisnis sendiri, justru terjebak dalam sebuah alur perencanaan yang sangat detail. Karenanya tidak jarang mereka membuat 'bussiness plan' yang sangat tebal dan sistematis. Mereka berpikir bahwa dengan membuat perencanaan bisnis yang matang dan rapi, mereka dapat meminimalkan resiko kegagalan dalam bisnis.

enter image description here

Namun apa yang terjadi? mereka membuang waktu yang cukup lama untuk menyusun perencanaan bisnis yang matang, namun 'market' sudah berubah, tren juga telah berganti, pada saat mereka mengeksekusi rencana mereka, justru tidak seperti yang diharapkan. Rencana mereka akhirnya gagal juga. Inilah kenyataan yang banyak terjadi.

Akhirnya memang banyak juga yang sudah memiliki rencana yang matang namun tidak pernah mengeksekusi rencana tersebut, karena dihantui oleh banyak ketakutan. Ini tidak berarti jika kita ingin memulai sebuah bisnis, kita tidak perlu membuat perencanaan. Perencanaan memang diperlukan, namun ada hal yang lain yang lebih penting dari sekedar membuat perencanaan, yaitu memiliki 'keterampilan seorang entrepreneur sejati'.

Apa saja itu?

Seorang entrepreneur yang sejati harus memiliki keterampilan spesifik yang melibatkan pola berpikir dan juga pengalaman. Keterampilan ini diantaranya:

  • Keterampilan untuk menjual (seni menjual). Hal ini termasuk bagaimana cara menghadapi penolakan dari pembeli, bagaimana mengatasi rasa takut untuk mengalami penolakan, bagaimana menjual ide-ide dan diri anda. Satu hal yang perlu menjadi bagian dari pemikiran para entrepreneur adalah, jika mereka tidak suka menjual,atau keluar dari zona nyaman untuk berani menjual, maka mereka tidak akan meraih apapun dari bisnisnya.

  • Keterampilan mengubah masalah menjadi peluang. Seringkali rencana yang sudah dibuat tidak berjalan seperti yang diharapkan. Karena pasar tidak bisa ditebak. Apa yang kita anggap bagus dan menarik belum tentu demikian bagi pasar. Karenanya, sebagai seorang entrepreneur, anda harus memiliki keterampilan untuk mengubah masalah menjadi peluang. Jika memang rencana anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, anda harus segera mempelajari pasar, mencari tahu arah tren yang sedang terjadi dan melakukan pengambilan keputusan secara cepat.

    Anda harus bisa melihat bagian mana dari bisnis anda yang tidak berhasil dan menyingkirkan atau mengubahnya, dan memperkuat sisi bisnis yang berjalan dengan baik. Dengan cara ini masalah yang anda hadapi justru menjadi sebuah kunci untuk memenangkan pasar.

  • Belajar untuk mengenali kebutuhan dan mencari jalan keluar untuk memenuhinya. Ini adalah salah satu rahasia terbesar yang dimiliki oleh para entrepreneur sukses. Mereka memulai bisnisnya berangkat dari sebuah kebutuhan yang sudah ditemukan di pasar, dan berusaha mencari solusi yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut melalui bisnis yang akan dibuatnya. Bisnis yang mengikuti prinsip ini akan cenderung lebih sukses dalam memenangkan ceruk pasar tertentu (niche). Meskipun pangsa pasar mereka tidak luas, namun bisnis mereka pasti berjalan, karena dibutuhkan oleh pasar.

Demikianlah kita belajar bahwa memang menjadi seorang entrepreneur sejati, akan selalu mengalami 'jatuh bangun', yang dalam hal ini bisa dikatakan bahwa sebagian besar rencana awal tidak berjalan sebagaimana prediksi dan perkiraan kita, namun dengan keterampilan seorang entrepreneurship kegagalan atau 'jatuh bangun' itu hanyalah sebuah masalah sementara yang justru menjadi peluang bagi bisnis kita untuk menemukan bentuk terbaiknya.

Salam Entrepreneur !!

Last edited 27 March 2014


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

2 Posts/Answers
3
23 Posts
91 Points
heryadi posted this in Entrepreneurship

Takut untuk gagal adalah hal yang biasa. Tapi herannya semakin kita dewasa semakin kita takut untuk mencoba. Bayangkan jika kita waktu kecil takut untuk mencoba, jangan-jangan kita pun tidak berani untuk mencoba berjalan, karena takut jatuh...hahaha... takut untuk mencoba berbicara, karena takut salah bicara... apalagi ini.

Nah, bagi anda yang seringkali merasa takut untuk jatuh atau mengalami kegagalan, kita perlu bercermin kembali kepada masa kecil kita. Jika dulu kita tidak punya keberanian untuk mencoba maka apa jadinya kita sekarang ini. Setiap hal yang kita lakukan pasti memiliki resikonya sendiri. Bahkan tidak mencoba dan berbuat apapun juga punya resikonya. Dari contoh yang saya sebutkan tadi, jika kita tidak berani mencoba untuk berjalan, berbicara, maka bisa2 kita jadi orang lumpuh dan bisu hari ini...

Just kidding..!!

Last edited 30 March 2014


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

0
5 Posts
5 Points
san.san posted this in Entrepreneurship

Persiapan mental adalah sangat penting dalam menekuni dunia bisnis, apalagi jika anda dalam peralihan dari seorang pegawai menjadi pebisnis. Anda harus benar-benar mempersiapkan diri, karena dimasa-masa awal sebuah bisnis akan ada banyak tantangan dan kebingungan yang belum pernah anda hadapi sebelumnya. Karena itu anda harus benar-benar mempunyai motivasi dan tekad yang bulat jika anda ingin berhasil dalam berbisnis, hitung dulu anggarannya dan resiko terjelek yang bisa terjadi.

Jika anda memiliki ide bisnis yang baik namun masih ragu dengan segala resiko dan kurangnya pengalaman, maka lebih baik anda mencari teman atau partner kerja yang lebih berpengalaman. Anda bisa belajar sambil menjalankan bisnis yang masih baru ini. Hal ini akan memberikan anda semangat dan kemampuan untuk bisa bertahan dalam masa-masa sulit ketimbang melakukannya seorang diri.

Jika tidak ada kesiapan untuk mengalami yang namanya jatuh bangun, maka bisa-bisa bisnis berhenti di tengah jalan, atau berhenti padahal sebentar lagi bisa sukses... justru inilah yang disebutkan dengan kegagalan bisnis yang paling sering terjadi. Karena itu rencanakan dulu secara garis besar dan bicarakan dengan keluarga sebelum mulai melangkah, agar dukungan terhadap bisnis anda mampu membuat anda berjuang dan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan.

Last edited 08 December 2014


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

sticky
Untuk memberikan Tanggapan/Jawaban, silahkan LOGIN terlebih dahulu.

LOGIN

sticky
Jika anda belum menjadi member, silahkan melakukan REGISTRASI.

REGISTRASI

sticky
Dengan menjadi anggota komunitas PeopleHOPE anda bisa memecahkan permasalahan dan belajar bersama-sama..
Atau Login Dengan Social Account: