Sejarah telah membuktikan bahwa setiap upaya sekecil apapun kalau dikerjakan dengan tekun maka akan menghasilkan keberhasilan yang tidak terduga. Tidak ada seorangpun yang akan menyangka atau memprediksi akan seperti apa Facebook pada awal berdirinya di tahun 2004.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Universitas Harvard yang sederhana dan pada saat itu baru menginjak semester 3. Ia menemukan strategi bagaimana mendirikan social media Facebook ini. Tujuan awalnya adalah hanya membuat para mahasiswa satu atap di Universitas Harvard bisa saling berkomunikasi dan knowing each other melalui Internet.

enter image description here

Tidaklah mengherankan apabila hampir seluruh mahasiswa yang ada di Universitas Harvard menggunakan Facebook buatan Mark Z. tersebut. Semakin lama jaringan Facebook semakin luas, sehingga tercatat tidak kurang 35 kampus di Amerika dan sekitarnya telah mengenal jaringan Facebook tersebut.

Setiap usaha yang dilakukan oleh seorang pemuda yang bernama Mark Zuckerberg ini rupa-rupanya tidak bertepuk sebelah tangan, hampir-hampir dia merasa shock melihat pertumbuhan jaringan social media Facebook ini bagitu membeludak. Akhirnya ditemukan cara bagaimana mengatasi minat facebookers yang ada. Di bukanya kantor facebook yang pertama dengan di daerah Palo Alto (California) dengan meminjam ruangan di sebuah apartemen.

Di ruang apartemen inilah merupakan awal sejarah keberhasilan Facebook ketika bertemu dengan Peter Thiel. Waktu itu Peter T tertarik dan merogoh koceknya sekitar USD 500.000 termasuk segala surat-surat yang berkenaan dengan operation cost selama ini.

enter image description here

Sebenarnya awal nama Facebook adalah thefacebook.com, namun pada tahun 2005 setelah mendapatkan investasi tersebut, Mark Z membeli nama domain facebook.com sebesar USD 200.000. Sejak saat itu social media ini lebih dikenal dengan nama Facebook.

Friendster yang pada saat itu telah dikenal lebih dulu situs pertemanan paling populer saat itu, melirik bisnis Facebook yang dikembangkan oleh Mark Z, karena melihat peluang yang besar dari social media tersebut. Bahkan Friendster mencoba untuk menawar awalnya USD 10 juta, namun ditolak.

Viacom (Video & Audio Communications), sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang mass media, yang dipimpin oleh Tom Freston dan Sumner Redstone juga tertarik membeli Facebook, bahkan dengan harga yang cukup fantastis yaitu USD 750 juta. Yahoo juga tidak ketinggalan mengajukan penawaran untuk membeli Facebook itu dengan harga USD 1 Miliar, namun semuanya dikesampingkan oleh Mark Z, berkat visinya yang besar terhadap Facebook.

Dalam perkembangannya Facebook menjaring mereka yang mempunyai email, sehingga bisa menjangkau setiap orang dari segala penjuru dunia. Pada saat ini Facebook masih tetap mengandalkan email sebagai salah satu fitur untuk memudahkan penggunanya yang masih awam dengan website Facebook, diantaranya kita bisa mengupdate status melalui email.

Last edited 12 May 2014