Majunya tekhnologi komputer, khususnya internet membuat seseorang dengan mudah mendapatkan informasi mengenai segala hal, termasuk obat-obatan yang bisa menurunkan berat badan. Ini tentunya sangat positif apabila informasi yang didapat adalah obat yang benar bermanfaat untuk itu dan tidak memberikan akibat samping yang buruk.

Informasi yang sering menyesatkan adalah karena ada beberapa penulis media yang memberikan info mengenai obat pelangsing, obat pencahar, atau obat yang menurunkan berat badan yang mengandung kimia yang berbahaya. Demi mendapatkan keuntungan sesaat di dunia, ada produk yang cenderung menyamarkan komposisi produk pelangsing tubuh dari zat kimia berbahaya.

Zat yang dicampurkan berupa zat kimia Sibutramine dan Phenolphthalein, menyebabkan tubuh lemas, keringat bau, buang air besar ulang-berulang, merusak lambung, pencernaan terganggu.

Cara Menurunkan Berat Badan

Salah satu tugas yang mulia bagi penulis adalah memberikan solusi pada mereka yang lagi galau karena badan yang gemuk. Tindakan yang terpuji dan mendapat barokah apabila kita mau berbagi mengenai hal yang baik dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan info tersebut.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak menurunkan berat badan dengan obat-obatan yaitu :

  1. Hindari obat pelangsing yang mengandung Sibultramine dan Phenolphthalein yang berbahaya bagi tubuh manusia. Solusinya : gunakan jus buah atau rebusan daun yang alami dan yang bisa menurunkan berat badan tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

  2. Jangan mudah tergoda iklan memiliki tubuh langsing. Setiap obat yang kita beli, harus jelas keberadaan pabrik yang memproduksinya, ada ijin BPOM, tertera kadaluarsa di kemasan, dan komposisi obat tersebut. Sebelum membelinya tanyakan pada beberapa orang apa pernah menggunakan obat tersebut, dan bagaimana hasilnya. Ini penting agar jangan tertipu oleh bahasa iklan perusahaan, yang tentunya akan menyatakan obat tersebut manjur.

    Teliti sebelum membeli, bukan hanya mencegah uang kita terbuang sia-sia, namun juga mencegah agar tidak salah minum. Salah minum obat karena pengaruh bahasa iklan yang ada di media, sering berakibat fatal. Beberapa orang sebut namanya DI yang makan ABC acai berry, yang mengklaim bisa menurunkan berat badan ternyata mengandung kimia sibultramine. Obat tersebut sangat berbahaya karena mengakibatkan sakit jantung, hipertensi dan gagal ginjal, begitu penuturannya. Inilah contoh pentingnya teliti sebelum membeli, apalagi mengkonsumsinya.

    Solusinya adalah berolahraga dengan teratur, konsumsilah makanan yang sehat dan rendah kalori, bila perlu tarak makan pagi. Tarak makan pagi dengan air putih sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan tubuh memakai lemak yang di dalam tubuh untuk dipergunakan sebagai energi. Ini memungkinkan kalori dalam tubuh jadi stabil dan lemak tidak tertimbun dalam tubuh.

  3. Produk yang berbahaya dan harus dihindari. -Fatloss Slimming Beauty atau Fatloss Jimpness Beauty dilarang beredar di USA dan Hongkong. Yang mana produk tersebut mengandung Sibultramine dan Phenolphthalein.

    • P57 Hoodia atau P57 Hoodia Cactus Slimming Capsule. Dilarang beredar di Swedia dan USA. Yang mana produk ini mengandung Sibultramine.
    • Leptin Green Coffee 800. Dilarang beredar di Arab Saudi dan Inggris, karena mengandung Sibultramine.
    • Fruta Planta. Dilarang beredar di USA karena mengandung Sibultramine.
    • L. Daidaihua, dilarang beredar di Indonesia, USA dan Swedia karena mengandung Sibultramine.
    • Obat diuretik yang menyebabkan kerap buang air kecil, sehingga kekurangan cairan tubuh. Kekurangan cairan tubuh akan mengganggu kerja ginjal. Obat ini digunakan untuk menurunkan berat badan, tapi sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
    • Obat pencahar yang menyebabkan kerap buang air besar, sehingga terjadi ketidak-seimbangan metabolisme atau terganggunya sistem pencernaan tubuh. Obat ini juga untuk menurunkan berat badan, tapi mengganggu pencernaan tubuh, mual, kram perut, diare, dehidrasi.
    • Obat Detox atau menguras seluruh isi yang ada dalam perut, sehingga diharapkan terjadinya penurunan berat badan. Ini berbahaya karena seluruh perut dikuras habis sehingga terjadinya dehidrasi.
    • Rokok, merokok dijadikan kegiatan yang mengurangi nafsu makan, sehingga dengan merokok diharapkan bisa menurunkan berat badan seseorang. Tidak heran banyak wanita yang salah pengertian dengan menggunakan rokok untuk diet tersebut. Logikanya dengan merokok mereka jadi kurang selera untuk makan, dan kegiatan ngemil diganti dengan merokok. Padahal merokok bisa membunuh seseorang dengan mengidap kanker, sakit jantung, gangguan pada janin.

Kesimpulan, bahaya menurunkan berat badan dengan menggunakan obat-obatan adalah hasilnya belum tentu, karena fisik seseorang tidak sama. Fisik yang kuat tahan minum obat kimia penurun berat badan, namun ada yang tidak tahan. Untuk yang tidak tahan atau kontradiktif dengan obat kimia maka justru merusak pencernaan tubuh.

Sebenarnya kalau mau menurunkan berat badan tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia, sebab hasil yang dicapai tidak permanen. Tidak permanennya adalah bila suatu saat tidak tarak makan yang tinggi kalori maka badan kembali gemuk. Sebaiknya untuk menurunkan berat badan, membutuhkan 3 hal yang sederhana yaitu:

  • Jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari. Batasi kalori makanan minuman yang dikonsumsi, misalkan makan nasi putih satu porsi, minum yang non gula, hindari soft drink atau makanan yang mengandung santan atau lemak.
  • Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tiap hari. Hindari jenis daging merah, seperti sapi, babi, celeng, kerang darah. Juga jenis minuman yang tinggi gula, seperti soft drink, sirup, minuman kaleng.
  • Jadwal makan yang diatur, tiap hari 3 kali makan, pagi- siang- malam. Makanlah secara teratur 3 kali sehari dengan kenyang, setelah itu jangan makan selingan yang lain. Makan camilan akan lebih berat kalorinya diban- dingkan dengan makan dengan secara teratur sesuai jadwal. Sekian.

Last edited 23 February 2015