Bagaimana cara menurunkan berat badan untuk anak usia balita dan remaja. Sebenarnya anak yang masih balita dan remaja ada kecenderungan untuk menjadi gemuk atau gendut. Anak yang cukup asupan gizi makanannya dengan sendirinya pasti akan gendut badannya. Ini sangat diperlukan untuk pertumbuhan tinggi anak tersebut, mustahil tumbuh tinggi kalau kurang gizi atau kurus.

Pertumbuhan ke arah vertikal atau menjadi tinggi diperlukan, karena bila usia melampaui usia akil balig maka pertumbuhan untuk menjadi tinggi tidak lagi dimungkinkan. Persoalannya adalah anak balita atau remaja yang gendut atau gemuk tersebut keadaannya sehat atau sakit-sakitan.

Cara Menurunkan Berat Badan

Bila jawabnya sehat maka kita wajib untuk mengalihkan kalori yang menumpuk di tubuh anak balita atau remaja tersebut dengan kegiatan yang sehat, misalnya berenang atau lari atau naik sepeda. Hal ini berpengaruh besar untuk mengubah kalori berlebih tersebut untuk bertumbuh ke arah vertikal atau tinggi.

Janganlah membatasi makan mereka, karena akan membuat mereka jadi stress atau tertekan, gantilah menu yang berkalori tinggi dengan makanan yang rendah kalori. Kurangilah makanan yang manis dari gula pasir dengan manis yang dari madu. Menu goreng gantilah dengan menu sup, namun citarasa tetap diperhatikan agar anak tetap menyukainya.

Ukuran gendut atau gemuk harus di dasarkan pada kondisi masing-masing anak, konsultasikan pada dokter apakah masih dalam batas wajar atau melampaui batas ambang yang membahayakan kesehatan anak. Kondisi kesehatan anak bisa diamati ketika mereka bermain bersama teman-temannya, perhatikan apakah nafasnya terengah-engah usai lari. Bila terengah-engah berarti anak tersebut mengalami masalah dengan jantung, dan tentunya anak tersebut harus diarahkan olahraga renang lebih banyak.

Ada anak yang gemuk namun energik, maka asupan makanannya tentu juga menuntut lebih banyak lagi. Yang jadi pokok permasalahannya adalah kondisi anak balita atau remaja tersebut, kalau ada keluhan pada organ tubuhnya, misalnya susah jalan cepat, jalan mendaki atau nafas mudah terengah-engah. Kalori yang ada dalam tubuh balita atau remaja masih mudah diarahkan untuk pertumbuhan ke arah vertikal atau tinggi badan.

Perlu juga diperhatikan bahwa para orang tua tidak perlu galau melihat anaknya gemuk, dan serta merta menurunkan berat badannya dengan mengurangi jumlah makanan yang dibutuhkan sehari-hari. Pertumbuhan anak balita dan remaja lebih penting dibanding bahaya yang di timbulkan oleh badan yang gemuk.

Meskipun gemuk asalkan badan sehat dan tidak sakit-sakitan itu jauh lebih baik. Bila ternyata kondisi anak balita atau remaja tersebut, secara ukuran melampaui batas normal. Ukuran perut atau paha begitu besar dan menggelambir maka diet khusus perlu dilakukan.

Hal yang perlu diperhatikan apabila anak remaja memiliki berat badan yang berlebih, periksakanlah ke Laboratorium menganai:

  1. Kelenjar Hypotiroid. Dalam beberapa kasus anak perempuan yang mengalami kadar rendah tiroid, biasanya memiliki berat badan berlebih. Cairan tiroid dalam tubuh berfungsi untuk mencairkan lemak yang ada dalam tubuh seseorang.

    Bilamana cairan tersebut kurang maka akan minyak dalam tubuh akan menumpuk, Hypotiroid menyebabkan lemak menyumbat dalam peredaran darah, juga susah BAB karena metabolisme terganggu. Anak remaja tersebut nampak lemah, letih, lesu dan kurang ceria, kulit kering, rambut banyak rontok, gampang kesemutan, mudah putus asa.

  2. Asam lemak essensial. Kurangnya, asam lemak essensial dalam tubuh remaja perempuan akan menambah nafsu makan sehingga berakibat terjadinya kegemukan.

  3. Kortisol yang tinggi. Anak remaja atau balita yang tertekan dalam hidupnya, misalnya hidup dalam lingkup orang tua yang galak, cenderung membuat anak tertekan atau stress. Faktor stress inilah yang memicu tingginya hormon Kortisol, sehingga nafsu makan meningkat. Hormon kortisol yang tinggi akan menyebabkan tubuh cepat lelah, luka susah kering, tekanan darah tinggi, kadar gula tinggi, rambut mudah rontok.

  4. Kadar gula yang tinggi. Orangtua kandung yang mengidap Diabetes, cenderung menurun pada anak remaja. Kadar gula yang tinggi, menyebabkan insulin sulit mengatur kadar gula dalam darah. Sehingga seluruh kalori diubah menjadi berat tubuh. Dan anak remaja yang lahir dari keturunan orang tua diabetes akan cenderung gemuk.

Jadi parameter diatas untuk mengamati apa penyebab gemuknya anak remaja atau balita, sehingga mudah mengobatinya.

Cara menghitung berat badan ideal adalah:

Bayi di bawah 12 bulan: BBI= (n:2)+4 Anak di bawah 10 tahun: BBI=(Nx2)+8 Dimana, BBI= Berat badan ideal dalam kg, n= usia bayi dalam bulan, N=usia anak dalam tahun.

Misalkan bayi usia 6 bulan, maka BBI = (6:2) + 4 = 7 kg Anak usia 8 tahun, maka BBI = (8x2) + 8 = 24 kg

Inilah contoh penghitungan Berat Badan Ideal

Bilamana anak saudara ada diatas BBI maka konsultasikan pada dokter yang menanganinya agar diberikan nasihat medis yang tepat.

Biasanya dokter akan memberikan beberapa lamgkah yang tepat guna menurunkan kelebihan berat badan anak balita atau remaja, yakni:

A. Mengatur pola makan dan jenis menu yang dikonsumsi sesuai selera mereka.

Cara cerdas orang tua memberikan makanan yang sehat dan sesuai selera anak remaja haruslah mengandung zat yang dibutuhakan tubuh, yaitu:

  • Protein, terdiri protein nabati dan protein hewani. Yang nabati bisa diambil dari tahu, tempe, kedelai, kacang merah. Bisa diolah dengan cara di goreng, di oseng-oseng, di buat kare dengan ayam kampung. Sedangkan protein hewani, bisa di dapat dari bakwan sapi, steak sapi, sapi lada hitam, hanya saja batasi makan daging sapi sekedar untuk selingan selera makan boleh.

    Mengingat bahaya daging sapi yang mengandung lemak jahat karena termasuk jenis daging merah, yang menyumbat pembuluh darah dalam tubuh Variasi yang lain adalah telur goreng atau rebus atau di masak bumbu lengkap yang disenangi anak anda, sedang pedasnya dan sedap rasanya.

  • Zat besi, makanan yang mengandung zat ini terdapat pada roti atau makanan sereal jagung, sereal aprikot, sereal apel. Rasanya enak dan digemari remaja dan tidak menggemukkan. Sari kedelai yang ditambahkan madu dan jahe, menjadi alternatif menambah zat besi.

  • Calcium, zat ini banyak ditemukan pada sayuran Brokoli atau jus brokoli yang bisa di beli di Hypermart atau toko lainnya kalau tidak sempat membuatnya karena sibuk kerja. Nutrisinya sangat banyak dan bisa jadi pilihan anak untuk mendapatkan asupan makanan yang penuh Calcium tersebut.

  • Vitamin D, vitamin yang satu ini sangat dibutuhkan untuk tubuh agar pembentukan tulang sempurna. Vitamin ini terdapat pada jus manggis, jus jeruk, jus alpokat, jus strawberry. Menu makanan telur ayam kampung sangat banyak vitamin tersebut.

  • Serat atau fiber, banyak terdapat pada sayur hijau kangkung, bayam, pocai, sawi, juga pada wortel atau singkong rebus atau goreng. Buah bengkuang, apel, pepaya, tomat banyak mengandung fiber juga, cara penyajiannya bisa dengan di blender atau di jus.

Cara menggugah selera makan anak-anak adalah:

  • Ketahui kesukaan makanan anak-anak, jangan paksakan yang tidak disukai karena tidak akan bermanfaat bagi mereka. Perasaan gembira akan membuat mereka makan dengan wajar, bukan tertekan.

  • Buat menu yang kreatif dan menarik, bahan sama tapi cita-rasa bervariasi. Menyajikan masakan yang bervariasi tergantung pada kreativitas anda, ikan yang dibeli di pasar, bisa sebagian di goreng, di beri bumbu bawang putih lengkap, atau di masak kari. Yang terbaik adalah di rebus, agar mengurangi konsumsi lemak dari minyak goreng. Singkat kata, ciptakan menu baru yang tidak membosankan, atur jadwal menu tiap hari dan di tulis sehingga bervariasi dari hari ke hari.

  • Ciptakan suasana yang bergembira, damai, dan penuh pengertian. Awali dengan bincang santai, jangan memancing pertengkaran atau kata-kata sia-sia. Suasana yang gayeng akan membuat keluarga jadi nyaman dan betah makan bersama, sehingga tidak makan camilan diluar, atau dengan teman mereka di sekolah.

B. Melakukan olahraga yang sesuai dengan usia anak secara bersama-sama dengan mereka.

C. Memberikan penghargaan bila anak mencapai prestasi dengan berhasil melakukan poin a dan poin b tersebut.

Kekhawatiran orang tua terhadap anaknya yang gemuk adalah adanya gangguan pada organ tubuh jantung, dan diabetes, juga cedera otot akibat tidak seimbangnya kekuatan otot kaki, apalagi masih muda usia.

Kesimpulannya yang bisa dilakukan orang tua bijak untuk mengatasi kegemukan anak balita atau remaja adalah:

  1. Amati kondisi anak secara medis, artinya meskipun gemuk asal sintal dan sehat secara medis jangan dibuat risau, periksa ke laboratorium bila perlu.

  2. Perhatikan kebutuhan pertumbuhan fisik untuk makan yang dibutuhkan anak-anak dengan mengukur jumlah kalori. Seringkali karena orang tua melarang anak makan hanya karena takut tambun, ini membuat anak semakin tertekan atau stress, sehingga nafsunya semakin besar untuk makan.

  3. Ajak olahraga bersama, misalnya lari pagi atau sore, renang, lari ditempat, atau senam, menari, atau bulu tangkis.

  4. Arahkan keinginan makan anak pada menu makanan yang sehat dan berguna untuk kestabilan berat tubuh. Caranya berikan variasi makanan yang berbeda tiap harinya, agar tidak bosan dengan menu yang ada.

Dengan kalimat yang lembut, tolak keinginan anak yang ingin camilan manis, atau makan jenis daging merah yang berlebih demi kesehatan anak. Ganti jenis daging merah, dengan protein nabati dari Tahu, tempe. Ikan laut, ayam kampung dan jenis scallop sangat disukai anak.

Selamat mempraktekkan dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam segala upaya dan cara menurunkan berat badan anda.

Last edited 23 February 2015