Pengalaman adalah guru yang terbaik, itu adalah ungkapan yang tidak terbantahkan dalam kehidupan sehari-hari kita.


Sebagai pasangan muda yang baru memiliki anak yang berusia 8 tahun, tentu kurang banyak pengalaman dalam menghadapi kehidupan anak-anak seusia tersebut. Tiap keluarga pasti mendambakan adanya keahlian secara khusus untuk menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan sang anak yang masih muda belia. Hal yang paling merepotkan bagi kami adalah setiap hari harus mencuci seprei hampir 2 kali, yaitu siang dan malam. Pasalnya anak lelaki saya sering mengompol dan mengenai seprei maupun kasurnya.

Padahal kami telah berusaha memberi alas kasur berupa plastik yang sering disebut 'perlak'. Namun seringkali karena perlaknya tidak selebar kasur, kadang-kadang mengenai kasurnya. Hal ini jujur membuat saya repot, karena urine yang mengenai kasur menjadi bau tidak sedap dan tentu akan menimbulkan banyaknya kuman yang bersarang di tempat tersebut.

enter image description here

Untuk awalnya, kami hanya menuangkan alkohol 90% ke kasur yang terkena urine (ompol) dari si kecil. Alhasil memang tidak bau, dan cepat kering. Namun kalau setiap hari harus dengan rutin menyiram kasur dengan alkohol 90%, berapa biaya tambahan yang harus saya keluarkan?

Seperti pepatah mengatakan bahwa 'Di dalam setiap masalah pasti akan ditemukan jalan keluarnya'. Masalah yang paling berat adalah mengatasi penyebabnya, yaitu si kecil harus diajar agar tidak mengompol di tempat tidur. Tidak harus dengan ancaman atau hukuman kalau mengompol lagi akan dipukul atau dikucilkan dalam sebuah kamar yang gelap.

Secara psikologi anak, maka hukuman terhadap anak yang masih kecil itu akan berdampak pada kejiwaan si anak yang kelak dewasa nanti akan menjadi manusia yang tidak berperasaan alias menjadi 'RAJA TEGA'. Tentu setiap orang tua ingin memiliki anak yang berwatak welas asih. Maka saya meminta hikmat dari Yang Maha Kuasa, bagaimana cara membantu sang anak agar tidak mengompol.

Suatu malam, ketika si kecil yang berumur 7 tahun tersebut minum susu pada jam 9 malam, maka saya mencoba untuk mengamati kapan sang anak mulai mengompol. Jam 11 saya amati, celana sang anak masih kering, lalu sejam kemudian saya amati ternyata masih kering. Lalu jam 1 malam, ternyata celana si kecil sudah basah terkena urine atau ompolnya. Saat itulah merupakan awal keberhasilan saya untuk membantu si kecil agar tidak mengompol lagi.

Mau tahu caranya??

Keesokan harinya, ketika si kecil saya beri minum jam 9 malam, saya sengaja memasang 'alarm' jam 1 malam, untuk bangun dan menggendong si kecil untuk di bawa ke kamar mandi untuk diajar membuang air kecil. Awalnya sangat sulit, karena si kecil cenderung meronta dan tetap menutup rapat-rapat matanya. Namun dengan suara siulan kecil (yang menirukan suara air yang mengalir), tiba-tiba sang anak mau mengeluarkan urinenya di bidet (tempat buang urine), dan keesokan harinya saya terbebas dari mencuci seprei akibat dibasahi oleh ompolan si kecil.

Tidak ada cara yang mudah, yang ada adalah kemauan untuk mengubah perilaku sang anak dengan lebih baik, akhirnya sang anak setiap kali mau membuang air kecil selalu bangun sendiri tanpa harus dibangunkan. Rupanya kebiasaan mengompol mulai hilang karena si kecil lebih suka celananya dalam kondisi yang tidak basah. Saya lakukan hal tersebut memakan waktu hampir 3 bulan. Akhirnya si anak bisa membuang air kecil sendiri karena terbiasa dilakukan oleh orang tuanya.

Selamat mencoba bagi orang tua yang masih muda dan yang belum memiliki pengalaman..

Semoga berhasil ....

Last edited 12 May 2014