Bagaimana Cara Membuat Tempe Sendiri di Rumah?

5
708 Posts
910 Points

Jika anda sudah membaca artikel "Cara Membuat Tahu Sendiri", maka anda bisa mengetahui bahwa proses pembuatan tahu melalui beberapa tahapan yang cukup panjang, namun waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya relatif lebih cepat, yaitu berkisar 1 jam saja.

Agak sedikit berbeda dengan cara pembuatan tahu, proses pembuatan tempe yang menggunakan bahan baku utama yang sama, yaitu kedelai boleh dibilang lebih sederhana. Namun proses pembuatan tempe ini memakan waktu yang lebih lama daripada membuat tahu. Lamanya waktu pembuatan tempe ini disebabkan karena adanya tahapan fermentasi yang memakan waktu hingga 2 hari.

Cara Membuat Tempe

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat langkah-langkah pembuatan tempe secara lebih mendetail berikut ini:

Bahan baku yang diperlukan untuk membuat tempe

Seperti yang sudah disinggung pada bagian awal, bahan baku utama pembuatan tempe ini sudah pasti adalah kedelai. Selain itu juga diperlukan ragi tempe, kedua bahan baku inilah yang akan digunakan untuk membuat tempe tersebut, sederhana bukan??

Untuk kedelai, kita bisa memilih untuk menggunakan kedelai lokal ataupun kedelai impor. Menurut para perajin tempe yang sudah berpengalaman, mereka lebih menganjurkan untuk menggunakan kedelai impor untuk membuat tempe yang berkualitas bagus. Kedelai impor ini ukuran bijinya lebih besar dibandingkan dengan kedelai lokal, selain itu cita rasa tempe yang dihasilkan juga lebih bagus menggunakan kedelai impor.

Untuk ragi tempe, anda bisa mencarinya di pasar-pasar tradisional. Ragi tempe ini akan digunakan dalam proses fermentasi kedelai tersebut hingga menjadi tempe.

Cara Membuat Tempe sendiri

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat tempe sendiri

Beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum membuat tempe adalah sebagai berikut:

  • Kompor minyak atau Tungku tanah liat
  • Panci besar atau Drum
  • Tampah atau Sendok Kayu Besar
  • Keranjang Bambu
  • Plastik dan Daun

Untuk penjelasan selengkapnya mengenai pemilihan peralatan-peralatan tersebut dan kegunaannya silahkan baca artikel yang berjudul "Apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk membuat tempe?".

Langkah-langkah proses pembuatan tempe

Proses membuat tempe biasanya melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Pencucian Kedelai

    Sama seperti dalam proses pembuatan tahu, untuk membuat tempe pertama kali kita perlu membersihkan kedelai yang akan diolah terlebih dahulu. Pada proses pencucian ini kita akan melakukan perendaman kedelai tersebut terlebih dahulu.

    Proses perendaman kedelai tersebut berfungsi untuk menyeleksi kotoran, kerikil, dan kedelai yang rusak. Kedelai yang rusak akan mengambang jika direndam di dalam air. Setelah kita memisahkan kotoran dan kedelai yang rusak tersebut maka kita bisa membilas kedelai yang tersisa dengan air beberapa kali hingga benar-benar bersih.

    Proses pencucian ini merupakan salah satu bagian yang penting, karena jika proses pencucian kedelai ini tidak bersih maka tempe yang dihasilkan tidak awet (tahan lama).

  2. Perebusan Kedelai

    Kedelai yang sudah dicuci bersih akan direbus dalam panci atau drum besar, sesuai dengan banyaknya kedelai yang akan dibuat. Bila ingin membuat dalam skala besar, maka lebih disarankan untuk menggunakan drum besar, karena bisa lebih menghemat waktu.

    Dalam proses perebusan kedelai ini usahakan menggunakan air bersih dari sumur atau air mineral, bukan dari PDAM karena seringkali mengandung kaporit. Kandungan kaporit dalam air yang digunakan bisa menghambat proses fermentasi, karena itu pemilihan air ini juga sangat penting.

    Kedelai direbus hingga matang, biasanya hal ini memakan waktu hingga 4 jam.

  3. Perendaman Kedelai

    Setelah melalui proses perebusan hingga matang, kedelai diangkat untuk didinginkan terlebih dahulu beberapa saat, kemudian air rendaman diganti dengan menggunakan air bersih. Proses perendaman ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 malam. Setelah kedelai direndam dalam air selama semalam, maka yang akan terjadi adalah kedelai-kedelai tersebut akan mengambang, dan kulitnya akan mudah untuk mengelupas. Kulit-kulit kedelai ini nantinya akan dibuang.

    Jika kita melihat cara para perajin tempe di daerah-daerah, biasanya mereka melakukan pengelupasan kulit kedelai ini dengan cara tradisional. Mereka biasanya akan menempatkan kedelai tersebut dalam keranjang bambu atau bakul besar. Kemudian sambil diinjak-injak dengan menggunakan kali, kedelai tersebut disiram dengan menggunakan air dingin. Kulit kedelai akan mulai terkelupas dan mengambang pada permukaan air. Buang kulit-kulit kedelai tersebut.

    Beberapa perajin ada juga yang tidak melakukan proses pengelupasan kulit tersebut, namun mereka melakukan penggilasan untuk membuang kotoran dan memecah kedelai sekaligus menghilangkan bau khas dari kedelai. Proses penggilasan ini biasanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam untuk 100 kg kedelai.

  4. Perebusan Kedelai untuk kedua kalinya

    Kedelai yang sudah terpecah ini akan direbus kembali untuk menghilangkan bau, kotoran, dan bakteri yang mungkin masuk pada proses penggilasan sebelumnya agar proses fermentasi tidak gagal. Rebus kedelai hingga airnya mendidih, kemudian dinginkan selama 15 menit agar bakteri bisa mati karena suhu panas tersebut.

    Sebenarnya proses perebusan yang kedua ini bisa digantikan dengan cara menyiramkan air mendidih ke kedelai tersebut. Namun untuk lebih memastikan tidak ada bakteri yang mengganggu proses fermentasi ada baiknya jika kedelai tersebut direbus saja.

  5. Penyaringan

    Setelah cukup dingin airnya, maka langkah selanjutnya adalah menyaring kedelai tersebut dan memisahkannya dari air rebusan atau air panas yang disiramkan sebelumnya. Kemudian kedelai ditempatkan di tampah dan disebarkan secara merata dan tipis supaya kedelai lebih cepat kering untuk masuk dalam tahap berikutnya.

  6. Peragian

    Bagian yang paling penting dan menentukan berhasil tidaknya dalam pembuatan tempe adalah proses ini, yaitu peragian. Pada proses peragian inilah proses fermentasi kedelai menjadi tempe akan terjadi. Peragian ini hanya boleh dilakukan jika kedelai sudah mulai mengering dan sudah dalam kondisi hangat (tidak terlalu panas). Jika terlalu panas, ragi tidak akan berfungsi, sementara jika terlalu dingin ragi tidak bisa bekerja dengan maksimal dan cenderung tidak berhasil membiakkan pertumbuhan ragi atau kapang.

    Ragi yang dibutuhkan untuk pembuatan tempe ini kira-kira adalah sebanyak 2% dari jumlah kedelai yang dimasak, namun hal ini juga bergantung pada suhu udara. Jika suhu udaranya normal maka untuk 100 kg kedelai hanya dibutuhkan 7 sendok makan ragi, sementara jika suhu udara lebih dingin, maka dibutuhkan lebih banyak ragi (bisa ditambahkan 1 sdm lagi).

    Peragian kedelai ini dilakukan dengan cara menebarkan ragi secara merata, kemudian mengaduk-aduk kedelai tersebut hingga benar-benar merata ke seluruh bagian kedelai.

  7. Pembungkusan

    Setelah proses peragian dilakukan, maka selanjutnya kedelai-kedelai tersebut dibungkus untuk dicetak sesuai dengan selera dan kebutuhan. Pembungkus yang digunakan juga bisa menggunakan bermacam-macam bahan, bisa menggunakan daun pisang, plastik, daun jati, atau bisa juga menggunakan bumbung bambu.

    Jika kedelai dimasukkan ke dalam bungkus plastik atau daun, maka sebaiknya dilubangi dulu dengan lidi di beberapa tempat agar kapang bisa mendapatkan udara untuk proses fermentasi, dan pada akhirnya bisa didapatkan tempe yang berwarna putih.

  8. Pemeraman

    Proses selanjutnya adalah menyimpan kedelai-kedelai yang sudah dibungkus dan dicetak dalam suhu udara yang hangat agar proses fermentasi berjalan secara efektif, inilah yang disebut dengan proses pemeraman. Proses ini biasanya membutuhkan waktu selama 24 jam. Para perajin tempe biasanya menggunakan kotak dari kayu berukuran 50 x 50 cm yang sisi-sisinya tertutup. Setelah bungkusan kedelai dimasukkan dan disusun di dalam kotak tersebut, bagian atasnya ditutupi dengan kain atau karung goni.

    Setelah 3 - 5 jam melalui proses pemeraman ini biasanya bungkusan akan terasa hangat jika dipegang, ini merupakan tanda bahwa proses fermentasi sedang berlangsung. Jika tidak hangat berarti ada yang salah, dan kemungkinan proses fermentasi tidak berjalan dengan normal atau bisa dikatakan gagal.

  9. Memberi udara bebas (diangin-anginkan)

    Tahap terakhir dari pembuatan tempe adalah tahap ini, yaitu tempe yang sudah diperam selama 1 hari (24 jam) tersebut selanjutnya dibuka dan diangin-anginkan selama 1 hari (24 jam). Untuk memberikan udara bebas kepada tempe-tempe tersebut, kita bisa menggantungnya di dinding, atau menggelarnya di lantai atau meja. Setelah melalui tahap ini maka tempe sudah siap untuk dioleh atau dijual.

    Bungkusan tempe yang sudah diangin-anginkan tersebut bila dipegang masih akan terasa hangat dan bisa dilihat bahwa kedelai-kedelai tersebut sudah tertutup (terbungkus) dengan bulu-bulu putih.

Demikianlah tahapan-tahapan yang diperlukan untuk membuat tempe sendiri, semoga bisa menjadi pedoman yang bisa dipahami dengan mudah.

Jika dilihat sepintas, maka cara pembuatan tempe ini relatif lebih lama dibandingkan cara membuat tahu.

Semoga info ini bisa bermanfaat bagi anda.

PeopleHOPE: Community for Learning and Sharing

Learn to share and share to learn.

Last edited 28 June 2015


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

1 Posts/Answers
1
23 Posts
91 Points
heryadi posted this in Food and Baverages

Woow asyik juga nih kalo bisa buat tempe sendiri di rumah. Siapa tahu kalo sudah berhasil bisa juga produksi tempe untuk dijual. Hitung-hitung jadi usaha sampingan di rumah, mengingat banyaknya peminat tahu dan tempe ini di pasaran. Apalagi kalo para pengrajin tahu dan tempe mogok kerja. Kita masih bisa menikmati tahu dan tempe bikinan sendiri... yang tentu lebih sehat, karena pasti tidak menggunakan pengawet dan formalin atau pemutih....

Last edited 26 June 2016


comments
No Comment on this Post yet..

Please Log In to Comment..

sticky
Untuk memberikan Tanggapan/Jawaban, silahkan LOGIN terlebih dahulu.

LOGIN

sticky
Jika anda belum menjadi member, silahkan melakukan REGISTRASI.

REGISTRASI

sticky
Dengan menjadi anggota komunitas PeopleHOPE anda bisa memecahkan permasalahan dan belajar bersama-sama..
Atau Login Dengan Social Account: